12 November 2011

20 Oktober 2011

Evaluasi



12 Februari 2011

“Pak... kenapa matinya tikus bau, sedangkan laba-laba tidak?”

"Pak, niki  lho..  kakak  dapat anak laba laba banyak  sekali.."  Sebuah  ranting dengan  anyaman  sarang  hewan ber-ordo Araneae  yang  dihinggapi  renik renik  kecil kekuningan, ditunjukkan Alfit yang duduk di kelas tiga  Madrasah Ibtidaiyah, dengan  perasaan  riang. Kesibukanku menikmati minggu pagi dengan merawat  taman jadi terhenti. 
 
 "Kakak  mau memeliharanya Pak. Biar banyak sarangnya.  Kata  Bapak  sarang  laba laba bermanfaat menjaring nyamuk  dan serangga  yang menggangu?"  Mulai  deh  diplomasinya.


"Iya, itu  kan laba laba  disini  kak, kalo  itu  kan  masih kecil?"


"Tapi  ini  ibunya  sudah  mati  pak,  coba lihat, yang  kering dan tinggal kulitnya  ini kan  ibunya to?"  Betul  juga  anak  ini. Bagaimana anak anaknya  bisa hidup?


"OK,  begini  saja. Ayo  kita  taruh  di  ujung  taman saja ya, diantara ranting  kelengkeng dan bunga itu. Besok  lagi  jangan ganggu anak anak hewan ya. Kasihan."


"Trus  maemnya mereka pripun pak?”


Ah,  bingung  juga  aku. Sekolah  selalu  di jurusan mesin  membuatku  bingung kalo ditanya tentang  ilmu  alam.


"Begini  saja,  cuci  tangan,  nanti  ayah  ceritakan cara hidup  laba laba.  Tuh,  ibu  sudah  buat  rujakan,  nanti  dimakan  bareng."


"Asyiiiiiik...."  Alfit   menyetujui. Kusiapkan internet untuk  cari  info. Mbah  google  menjawab pertanyaanku, kejaiban laba-laba, morfologi  laba laba, arthoproda, dan  semua informasi si-spider langsung  tersaji. Maka jadilah aku guru privat ilmu   alam dadakan di pagi itu.


"Ting...."  alert dari  YM mengalihkan perhatianku. Faktor faktor  yang selalu  menyita perhatianku di depan komputer mengenai  Lowongan Kerja Baru  yang  harus  selalu  ku up-date di  www.fk-bkk.jateng.org  dan www.bkk.smkn7smg.sch.id   menunggu untuk kurespon.


"You  have 13  new  mail  message(s)"

Ferry  Pamapersada                        : Jadwal Tes Psikologi  OM &  PM  Februari
S_gihartons Stemba                         : Lowongan PLN Jateng &   DIY 201
Agus_ledug                                        : Laporan Job Fair Jateng Des 2010 dst...


Meski tugas  sampiran dalam  karirku sebagai guru, Bursa Kerja Khusus   lebih  banyak  menghabiskan waktu  kerjaku dan  sangat melelahkan. Meski  begitu, ada  obat yang  bisa selalu  menyemangatiku, manakala melihat  mata binar  penuh  semangat anak-anak muda yang  akan  berangkat  kerja. Setelah itu, merekalah jaringanku untuk mendapat  informasi lowongan kerja baru  dari tempat  mereka, yang  akan  sangat bermanfaat  bagi  adik kelas  maupun  rekan rekannya  yang  lain. 


bangkai  tikus
 “Pak...,  kok  bau  tidak  enak,  apa  ya...”  istriku  berteriak  di  dapur.  Huff,  apalagi  ini. Bergegas aku  diikuti  Alfit  menyusul.


Apa  Pak..” tanya  Alfit  penasaran.


Tikus  mati.”


Kenapa  bau  ya  Pak.”


Karena  sudah  mati.  Jadi  bangkai.”


Tapi  ibu  laba laba tadi  mati, tapi  tidak  bau  Pak.


Kugaruk  kepalaku.  Bingung,  mau seenaknya, sebenarnya  atau  sesuai  kepentinganku  menjawabnya.


Karena  laba  laba  hanya  makan  yang  menjadi  haknya  setelah  bekerja  keras  membuat  jaringan, eh ..   jaring  laba-laba,  sehingga matinya  tidak  bau.  Bahkan  masih  bermanfaat  bagi  anak-anaknya  seperti  yang  kita  baca tadi.”


Kalau  tikus  Pak...?


Kalau  tikus, makannya  sembarangan, sering  mencuri  makanan  orang,  hidupnya di  got  lagi.  Kotor.  Makanya  dia  mati   diracun  Simbah,  setelah  itu  bau  lagi. Makanya  tiru  laba laba  ya..?


Khawatir  jawabanku menjadi bumerang, kubuka  lagi  mbah google.  Bakteri,  bau, gas methan, dsb harus  kujelaskan  dengan  bahasa Bolang.


Sambil  googling,  kutemukan   www.ecc.ft.ugm.ac.id .  Wah,  ini  salah  satu  simpul  jaringan yang  perlu  kurajut  di dunia  penyaluran  tenaga  kerja.  Semoga  bisa memperluas  jaringan  dan menangkap  rejeki  yang diberikan serta  menjadi  hakku.


Nang ... akan  kutinggalkan kegiatan  di  tim  pengadaan yang  harus membuat  SPJ.  Tidak  juga  panitia  study  tour  murid yang  harus  nego  dengan  biro, agar  matinya  bapak  tidak  bau.”  Penjelasan akhirku   yang  terpaksa kuucapkan  dalam  hati.

07 Februari 2011

Saya, Internet dan Gaya Hidup

Tukul,  Ndeso  dan   Saya

     Tukul  Arwana,  siapa  yang  tidak  kenal?  dengan  segala  kekurangan  yang   justru  menjadi  kelebihannya, bisa  menjadi  entertainer  sukses  dibanding  orang  orang ndeso  lainnya  yang  tidak  seberuntung dia. Gajinya   tidak  lagi  diterima   bulanan  seperti  pekerja/pegawai  umumnya  yang  diterima   bulanan,  tetapi  dihitung   sesuai  durasi  waktu  kerja  yang kalo  dihitung  bisa   melebihi  gaji  seorang  menteri  sekalipun.
     Saya, yang   tinggal  dekat  ndesonya   tukul - hanya  beda RW,  maka  tidak berani  bilang  tetangga,  sebab  tetangga  masuknya  RT-  juga  termasuk  orang katrok, ndeso, dan ketinggalan  jaman.  Dari  SD  sampai  kuliah  masih  tinggal dan belajar  di  ndeso tadi, Gunungpati.
     Karena   ndeso  itulah -dan keadaan ekonomi-   sampai  lulus  S-1  tahun 2001 pun  saya  belum  mengenal  betul  apa  itu  komputer,  apalagi  internet.  Penyelesaian  skripsi  untuk  pengetikannya  masih  mengandalkan  rental  dan jasa  pengetikan.   Komputer -saat itu-  merupakan barang  mewah  dan tidak  terjangkau. Internet?  membayangkan   saja   belum.

Saya  dan  Internet

        Internet, saya  kenal  pertama   kali  tahun 2002  setelah  ada  program WAN (Wide Area Network) dari  Dinas  Pendidikan.  Akses  yang  lambat  dan keterbatasan  acces point, membuat orang  terbatas dalam menggunakan dan mengakses internet.  Disaat-saat  longgar, seperti  kebanyakan orang  yang  baru  kenal  internet, pornografilah objek surfing yang biasanya dilakukan  secara  massal dan dilakukan bersama. Keterbatasan  pengetahuan tentang  manfaat dan pengembangan penggunaan internet menjadi penyebabnya. Maka hobi naluriah yang hampir  dimiliki semua  orang yaitu nafsu, yang diwujudkan dengan mengakses dan berbagi  konten pornografi antar pengguna yang dilakukan. Saya  kira  hampir  semua  orang  yang kenal  internet pernah mengakses dan diawali  dengan  mengakses  konten pornografi.

    Dengan  semakin berkembang  dan mudahnya akses internet, penggunaanya  semakin  meluas. Konten  pornografi  sudah  merupakan  hal  yang  membosankan  dan  ada  batas kejenuhannya. Penggunaan  internet  untuk  mengakses  informasi  yang  dibutuhkan serta pengenalan komunikasi  lewat internet, menyebabkan pergeseran  fungsi dan peran  internet yang  tadinya  hanya  dianggap penyedia  konten informasi berita, menjadi sarana komunikasi dan sumber informasi  yang  dibutuhkan untuk pengembangan pekerjaan/profesi.

Internet  dan Pengaruhnya Terhadap  Gaya  Hidup

       Kenal  dengan  internet,  sungguh  mengubah  gaya  hidup  saya. Diawali dari seorang  konsumen  informasi  lewat  surfing  dan googling, menjadi pengguna  aktif internet dengan berbagai fasilitas dan perkembangan internet.  Sebagai seorang  guru dan pengurus Bursa  Kerja Khusus SMK  yang  harus selalu  berhubungan dengan Industri dan  rekan  sejawat, internet  merupakan  hal  yang tidak bisa ditinggal.
        E-mail, merupakan  konten  aktif   pertama   yang  saya  kenal. Dengan  e-mail, segala  urusan surat menyurat  bisa on time.  Surat pribadi  maupun  surat  dinas yang  dulu  harus  dikirim  secara  manual, sekarang  bisa    dikirim  on time  dan  langsung  bisa diterima  klien. Hal  ini  mengubah  pola  hidup  menjadi  semakin  cepat. Relasi  dengan  industri  dan rekan  sejawat  menjadi  tidak  terbatas. Telepon belum  cukup mengatasi  batas  karena  dalam urusan  dinas, diperlukan  dokumen dokumen  pendukung yang  harus disertakan.

        Web Blog, setelah kita  mengenal,  merupakan sarana efektif  untuk menuangkan pikiran, ide dan  berita ke dalam dunia  maya. Dengan  nge-blog,  menulis  merupakan  hal  yang  menyenangkan  karena   bisa berbagi tulisan dengan  orang  lain  tanpa  batas, gratis, seta bebas   dari  birokrasi dan koreksi redaksi. Sebuah  lompatan yang  mengatasi  keterbatasan publikasi  cetak  manual seperti koran ataupun  buku.  Dengan  kebebasan  seperti  itu, maka  kesempatan  untuk "menjual diri dan ide" melalui  tulisan  terbuka  lebar. Hasil  yang  didapat  adalah, betapa  orang  akan  lebih  mengenal  "isi" otak dan  pikiran kita,  sehingga pengakuan  akan  "isi"  tadi  menjadi  lebih  mudah. Dengan  orang  mengetahui "isi" kita, maka kesempatan  untuk  berbagi dan berkembang  menjadi terbuka  lebar.

        Facebook, sebuah jejaring  sosial yang menjadikan Indonesia sebagai  negara peringkat 2 dalam hal jumlah pengguna  yaitu sebesar 15.301.280 per  1 Januari 2010, termasuk situs  yang "meracuni" saya  dengan pengaruh negatifnya  yang menyebabkan menjadi  malas, membuang buang uang, mengurangi waktu bersosialisasi, dan pengaruh buruk lainnya. Kalimat kalimat dan status alay -istilah anak sekarang-, yang  kadang mubazir, justru menghabiskan waktu. Untuk memposting dan sekedar saling berkomentar "Baru  berangkat  kerja, hujan nih....... "  sebuah status  mulai kutulis, disambut coment dan coment  lainnya bak arena rumpi  yang mubazir, merupakan awal perkenalan dengan facebook.  Dengan berjalannya waktu, justru  facebook menjadi   gaya  hidup  yang  efektif  untuk bekerja.

Group-group  yang  saya   buat dan ikuti  untuk komunitas-komunitas saya  sebagai  guru  SMK (Sekolah Menegah  Kejuruan)  sangatlah  efektif. Manfaat  yang  bisa  saya  dapat dengan facebook antara  lain :
  1. Memantau alumni   bekerja  dimana saja dengan  melihat  update profil  alumni,
  2. Memantau jumlah  keterserapan tamatan jumlah  keterserapan  tamatan,
  3. Sarana komunikasi dengan  alumni serta  pertukaran  informasi  mengenai  link  dengan  industri  dalam  hal  pemasaran/penempatan  kerja  alumni  di  industri.
  4. Menginformasikan lowongan kerja  kepada  alumni yang  bisa dilakukan   sekaligus  dengan facebook.
  5. Menginformasikan kegiatan  kegiatan secara up to date kepada   komunitas, baik   alumni  maupun rekan  seprofesi.
  6. Menemukan kontak teman/rekan  yang  sangat  sulit  dilakukan  dengan  metode  manual.

        Berikut  adalah  alamat alamat  group  yang saya buat/ikuti:
  1.  Alumni  MK
  2. Group  Lulusan
  3. Group  Lulusan  per  angkatan
  4. Group  Sekolah
  5. Group  Bursa Kerja  Khusus
  6. Group  Komunitas Pengelola  BKK
  7. dll.
        Begitulah   facebook  mempengaruhi gaya  hidup  saya. Sehari  tanpa  facebook,  ibarat  penggemar  sinetron  ketinggalan  satu  episode sinetron  kesayangannya.
    Mengelola website  merupakan  salah satu kesibukan saya yang lain.  Web site yang  saya kelola ada  dua : www.fkbkk-jateng.org  dan www.bkk.smkn7smg.sch.id. Tanggung jawab sebagai seorang  admin 2  website sekaligus  menuntut  waktu  dan konsentrasi dalam-meng update konten website agar sesuai perkembangan  dan  tuntutan  isi  web  yang  dibutuhkan user.  Kemampuan  untuk selalu  mencari, mengumpulkan, dan  mengunggah informasi  merupakan  tuntutan  mutlak  dalam  pekerjaan  ini. Maka  internet  dan perkembangannya menjadi  bagian dari  gaya  hidup  saya.

     Komputer, smartphone, notebook,  dan segala  perangkat  yang  berhubungan dengan internet merupakan perlengkapan yang sangat  dibutuhkan orang  orang yang memiliki  gaya hidup tidak bisa  terlepas  dari  internet. Untuk selalu  update  dengan  perkembangan perangkat  perangkat  tersebut, maka  mengetahui  informasi  dan memilikinya  merupakan jalan  keluar untuk  bisa berkembang dan eksis  di  dunia Internet.     
    Salah  satu  cara  untuk  bisa update  perkembangan perlengkapan komputer dan internet adalah dengan mengunjungi  dan  menjadi member dari www.bhinneka.com atau  www.facebook.com/#!/bhinnekacom dimana semua  informasi dan perkembangan perangkat   internet  dapat   kita  dapatkan.

20 Januari 2011

Bagaimana membuat postingf efektif

Posting  efektif  dalam  pembuatan  blog  seharusnya  :
  1. Tidak  terlalu  panjang  pada  halaman  utama.
  2. Tambahkan lampiran  link  untuk  posting  yang  lebih  lengakap
  3. bla bla bla

    18 Januari 2011

    Pembelajaran Berbasis Proyek (Poject Based Approach)

                 Kegiatan  Tugas  Akhir  Studi   merupakan  kegiatan  rutin  di  SMK  Negeri 7 (STM  Pembangunan) Semarang  sebagai  salah  satu  kegiatan akhir  yang  harus  dilakukan  siswa  di  Tingkat  IV. Kegiatan  ini  sebagai   gambaran Kompetensi  yang  dapat  dikuasai  siswa  selama   empat  tahun  bersekolah  di   SMK 7 Semarang.

                 Terinspirasi  dari   program  Intel Teach Elemen Course  yang  sempat  penulis  ikuti  tetapi  tidak  sampai selesai  karena  waktu dan kesibukan, maka  kegiatan  dari  pembelajaran  mandiri  intel  tersebut  tetap  diaplikasikan   untuk   melihat  manfaat  dan perkembangan yang  bisa di hasilkan  dari implementasi  materi   yang  ada  pada  Project Based Approach Education.
    Ciri  pembelajaran  abad  21   adalah  : 

                 Dari  ciri ciri  pembelajaran  abad  21   diatas,  inilah  hasil  awal  dari  implementasi   pembelajaran  abad 21 yang   saya  lakukan.
    Berikut  adalah   hasil   Project  Work  (Tugas  Akhir  Studi)  siswa  Kompetensi  Keahlian  Teknik  Pemesinan SMKN 7 (STM Pembangunan) Semarang  yang  dilakukan  dengan  Pembelajaran Berbasis   Pendekatan Proyek  (Project Based Approach Education).
    1. Meja  self  acces  study
    2. Gokart
    3. Mesin roll  pipa
    4. Mesin  las  titik
    5. Swing  Wheel  (Aerobic Equipment)
    6. Mesin  penyapu  jalan
    7. Mesin   bobok  kayu